Adab
Sub Kategori
108. MENYAYANGI TETANGGA
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
8. SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
116. BAHAYA JADI ORANG ZHALIM
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
111. ILMU ITU RAHMAT
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
8. SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Jika ia melihat orang yang belum melaksanakan Shalat maupun bersuci dengan baik atau perkara syari'at lainnya ia mengajarinya dengan ramah dan lemah lembut, sebagaimana Nabi berbuat demikian kepada orang badui yang kencing di masjid '8 juga dengan Muawiyah bin Hakam ketika berbicara dalam shalat .19
18HR. Bukhari (219) dan Muslim (285)). 19(HR.Muslim (537)).
199. DIAM & DISEGANI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: Keutamaan shadaqah
Halaman 90
Aib seseorang itu ditampakkan di tengah manusia oleh sifat bakhilnya,
sedang kedermawanannya menutupi aibnya dari mereka semua
Tutupilah dengan pakaian kedermawanan
karena aku melihat seluruh aib tertutupi dengan kedermawanan
Bandingkanlah apabila engkau membandingkan orang yang merdeka
Ia memperindah dan menghinakan seorang pemuda dengan teman-temannya
Jika kau mampu, sedikitlah dalam berucap, karena sesungguhnya
jika seseorang sedikit berucap, sedikit pula kesalahannya
Apabila harta seseorang berkurang, berkurang pula sahabatnya
dan langit serta bumi menjadi terasa sempit baginya
Lalu jadilah ia tidak tahu meskipun ia memasrahinya
Apakah di depannya itu lebih baik baginya atau di belakangnya
Apabila seseorang belum memilih sahabat bagi dirinya
Maka umumkanlah di depan manusia bahwa ini adalah balasannya.
14. MENGGAPAI MANISNYA KEHIDUPAN
15 Menit Bersama Para Ulama
106. KEUTAMAAN MEMENUHI KEBUTUHAN ORANG LAIN
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii AdabilโAlim Wal Mutaโalim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
8. SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Nabi ๏ทบ bersabda:
ููุฃููู ุฃูู
ูุดููู ู
ูุนู ุฃูุฎู ููู ููู ุญูุงุฌูุฉู ุฃูุญูุจูู ุฅูููููู ู
ููู ุฃููู ุฃูุนูุชููููู ููู ููุฐูุง ุงููู
ูุณูุฌูุฏูุ ููุนูููู ู
ูุณูุฌูุฏู ุงููู
ูุฏููููุฉูุ ุดูููุฑูุง
"Sesungguhnya aku berjalan bersama saudaraku untuk menunaikan satu hajat/keperluan, lebih aku sukai daripada aku beriโtikaf di masjid ini, yaitu masjid Madiinah selama sebulan.โ
(HR. Ath Thabrani)
Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami' Wal Mutakallim Fii Adabil โAlim Wal Mutaโalim
186. "Antara Menjadi Orang Kaya Atau Miskin"
youtube.com/live/ey2iv4ZEf-4?si=BDim_qPlipbEwrzj
188. CARA ULAMA MENGATASI UJUB
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
OBAT UJUB DI ANTARANYA:
Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Taโala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Taโala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Taโala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Taโala.
16. JIWA BESAR
15 Menit Bersama Para Ulama
125. KEUNTUNGAN SEJATI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna
....
`Umar bin `Abdil `Aziz pernah berkata dalam khutbahnya, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya kalian tidak diciptakan begitu saja, dan kalian tidak ditinggalkan dengan diterlantarkan, sungguh kalian memiliki tempat kembali. Allah akan mengumpulkan kalian padanya untuk diadili dan diberi keputusan di antara kalian. Maka rugi dan celakalah seorang hamba yang dikeluarkan oleh Allah dari rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu, dan Surga-Nya yang seluas langit dan bumi. Keselamatan di hari esok (hari Kiamat) itu hanya bagi orang yang takut kepada Allah dan bertakwa, menjual sesuatu yang sedikit demi mendapatkan sesuatu yang banyak, yang fana dengan sesuatu yang abadi, kesengsaraan dengan kebahagiaan. Tidakkah kalian memperhatikan bahwa kalian berada pada tulang punggung orang-orang yang binasa, dan akan menggantikan setelah kalian orang-orang yang tersisa. Tidakkah kalian memperhatikan bahwa di setiap hari kalian ada yang mati, dan terputus angan-angan-nya, maka kalian meletakkannya dalam perut bumi tanpa ada yang menyandarkan dan membentangkan, sungguh ia telah menanggalkan sebab-sebab (kebahagiaannya), telah meninggalkan orang-orang tercinta dan telah menghadapi hisab (pembalasan)."
....
110. BERBUAT BAIK KEPADA MURID
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
8. SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
112. MELIHAT DENGAN DUA SISI
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
8. SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Jika ia melihat orang yang belum melaksanakan Shalat maupun bersuci dengan baik atau perkara syari'at lainnya ia mengajarinya dengan ramah dan lemah lembut, sebagaimana Nabi berbuat demikian kepada orang badui yang kencing di masjid '8 juga dengan Muawiyah bin Hakam ketika berbicara dalam shalat .
Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami' Wal Mutakallim Fii Adabil โAlim Wal Mutaโalim
186 "Antara Menjadi Orang Kaya Atau Miskin"
https://www.youtube.com/live/e....y2iv4ZEf-4?si=e3wcVg
DENGAN SIAPA KAMU BERTEMAN? (1 menitan!)
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-
Mutiara hikmah dari kajian kitab Al Wabilush Shayyib:
96. JAGALAH PERGAULANMU
https://youtu.be/x-jsLaRXhZg
๐ฉ
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
129. MENJUAL YANG FANA UNTUK YANG ABADI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna
....
`Umar bin `Abdil `Aziz pernah berkata dalam khutbahnya, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya kalian tidak diciptakan begitu saja, dan kalian tidak ditinggalkan dengan diterlantarkan, sungguh kalian memiliki tempat kembali. Allah akan mengumpulkan kalian padanya untuk diadili dan diberi keputusan di antara kalian. Maka rugi dan celakalah seorang hamba yang dikeluarkan oleh Allah dari rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu, dan Surga-Nya yang seluas langit dan bumi. Keselamatan di hari esok (hari Kiamat) itu hanya bagi orang yang takut kepada Allah dan bertakwa, menjual sesuatu yang sedikit demi mendapatkan sesuatu yang banyak, yang fana dengan sesuatu yang abadi, kesengsaraan dengan kebahagiaan. Tidakkah kalian memperhatikan bahwa kalian berada pada tulang punggung orang-orang yang binasa, dan akan menggantikan setelah kalian orang-orang yang tersisa. Tidakkah kalian memperhatikan bahwa di setiap hari kalian ada yang mati, dan terputus angan-angan-nya, maka kalian meletakkannya dalam perut bumi tanpa ada yang menyandarkan dan membentangkan, sungguh ia telah menanggalkan sebab-sebab (kebahagiaannya), telah meninggalkan orang-orang tercinta dan telah menghadapi hisab (pembalasan)."
....
120. TIDAK SOMBONG ADALAH KUNCI KEBAIKAN
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
21. BAGAIMANA. PARA SAHABAT MEMBACA AL-QUR'AN
Kajian Tematik
105. MENJAGA HATI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA
...
Sesungguhnya Allah menciptakan manusia, memilihnya di antara seluruh makhluk, menjadikan hatinya sebagai tempat perbendaharaannya berupa keimanan, tauhid, ikhlas, cinta, malu, pengagungan dan pengawasan. Allah juga menjadikan pahalanya, apabila menyembah-Nya, sebagai pahala yang paling sempurna dan paling afdhal, yaitu memandang kepada wajah-Nya, kemenangan dengan meraih ridha-Nya dan menjadi tetangga-Nya di Surga-Nya.
136. OBAT KEANGKUHAN
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.